MERDEKA Dengan DOA
Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barkaatuhu.
SubhanAllah walhamdulillah MERDEKA dg DOA
Doa adalah perintah Allah
Doa adalah inti ibadah
Doa adalah harapan
Doa adalah senjata mujahidNya
Doa adalah rintihan hambaNya yg dhoif
Doa adalah bisikan hati para pecintaNya
Doa adalah tangisan mereka yg dizholimi
Doa adalah semangat da'wah
Doa adalah ruang muhasabah diri
Dan banyak lagi keistimewaan doa.
Di hari tasyukkuran kemerdekaan RI negeri tercinta ini, abang mengajak
kalian menyimak kembali doa ustadz haji Raden Muhammad Syafii, yg juga
dikenal Romo oleh teman teman kita Kristiani karena rendah hati dan
cintanya, pembelaannya kepada dhuafa dan mustadhafiin, kaum yg terindas.
InsyaAllah abang yaqin bapak Presiden, ayahanda Jokowi dan semua para
pemimpin, wakil rakyat dan semua kita merasakan rintihan harapan doa
suara hati beliau yg juga suara hati kita semua yg mencintai umat dan
negeri ini.
Sahabatku jangan berat walau hanya menjawab "aamiin"
walau ada hati kalian yg kesal, benci, marah atau suudzhzhoni, tetaplah
berdoa, baik sangka, dan besar harapan. Sungguh masih ada harapan, masih
banyak hamba hamba Allah yg sholeh, masih ada kesempatan bertaubat
untuk memperbaiki diri ini, dan negeri kita tercinta aamiin, insyaAllah.
Semoga negeri ini benar benar meraih KEMERDEKAAN SEJATI, yg bukan hanya
merdeka dari penjajahan tetapi merdeka dari kebodohan, kefaqiran,
akhlak tercela, dan dari semua bentuk penindasan...aamiin.
ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR MERDEKA!
Inilah diantara doa beliau yg mulia,
"...Hukum di negeri kami seperti mata pisau yang tajam kebawah.. tapi
tumpul keatas sehingga mengusik rasa keadilan bagi bangsa ini Ya Robbal
Alamin
Wahai Allah.. memang semua penjara over capacity.. tapi
kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan.. karena
kejahatan seperti diorganisir Wahai Allah
Kami tau pesan dari sahabat Nabi-Mu..
bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang
hebat.. tapi karena orang-orang yang baik belum bersatu Wahai
Allah..atau belum mendapat kesempatan di negeri ini untuk membuat
kebijakan-kebijakan baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu...
Ya Robbal Alamin...
lihatlah kehidupan ekonomi kami.. Bung Karno sangat khawatir bangsa kami akan menjadi kuli di negeri kami sendiri
tapi hari ini sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu bisa terjadi
...Lihatlah Allah... bumi kami yang kaya dikelola oleh bangsa lain..
dan kulinya adalah bangsa kami..
Ya Robbal Alamin...
Kehidupan sosial budaya.. seprtinya kami kehilangan jati diri bangsa ini yang ramah .. yang santun.. saling percaya...
...Jauhkan kami Ya Allah dari pemimpin yang khianat yang hanya
memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong.. yang
kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini.. tapi
seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan
rakyat...
Dimana-mana rakyat digusur tanpa tahu kemana mereka harus pergi...
Dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan..
Allah.. di negeri yang kaya ini, rakyat ini tidak ada jaminan kehidupan mereka...
Aparat seakan begitu antusias untuk menakuti rakyat
Allah.. Lindungilah rakyat ini, mereka banyak tak tau apa-apa.. mereka
percayakan kendali negara dan pemerintahan kepada pemerintah..
Allah.. kalau ada mereka yang ingin bertaubat, terimalah taubat mereka Ya Allah...
TAPI KALAU MEREKA TIDAK BERTAUBAT DENGAN KESALAHAN YANG DIA PERBUAT....
GANTIKAN DIA DENGAN PEMIMPIN YANG LEBIH BAIK DI NEGERI INI YA ROBBAL
ALAMIN...!" ;
sumber :ustadz arifin Ilham official